loading...

Kesehatan Jiwa Raga Adalah Kenikmatan Mahal, Nikmat Mana Yang Kamu Dustakan?




Berapa harga mencangkokkan sebuah sel tulang sumsum sehat ke sel tulang sumsum yang sakit? Bervariasi, umumnya antara 50.000 sampai 100.000 saja, namun dalam hitungan dolar Amerika. Sel yang dicangkokkan pun tak sembarangan, karena dianjurkan berasal dari saudara sekandung setelah melalui serangkaian observasi yang panjang.

Kesehatan Jiwa Raga Adalah Kenikmatan Mahal, Nikmat Mana Yang Kamu Dustakan?
Kesehatan Jiwa Raga Adalah Kenikmatan Mahal, Nikmat Mana Yang Kamu Dustakan?
Itu pun masih ditambahi dengan kalimat 'belum tentu' bisa berhasil 100% karena masih terdapat kemungkinan lainnya yang tak bisa dipastikan efeknya. Apakah itu? Cobalah pikirkan kemungkinan yang terburuk dari yang paling buruk dalam kehidupan. Itulah kemungkinan hasil lain yang bisa terjadi dan didapatkan.

Mengenal beberapa teman, sahabat dan saudara yang menderita penyakit langka dan sulit disembuhkan, membawa kita untuk menemukan pemahaman bahwa hidup tidaklah semulus dan sesederhana yang selama ini dirasakan.

Bukan sekedar tidur, bangun, makan, bekerja, bermain dan tidur lagi. Sekejap timbul perasaan bersyukur bahwa hidup yang telah dianugerahkan ternyata masih lebih baik. Setidaknya dalam satu dua hal, dibandingkan hidup yang harus dijalani oleh orang lain yang sepanjang hidupnya bergulat mencari kesembuhan dan berjuang untuk bertahan hidup.

Kesakitan demi kesakitan yang dirasakan selalu diiringi oleh kecemasan dan ketakutan akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Ajal, kematian menghantui dan tak bisa melanjutkan hidupnya lagi. Jika 'sedang sadar' lalu berkontemplasi merenungkan kondisi semacam ini, seolah terngiang-ngiang kembali kalimat tanya nan suci, yang berbunyi, "Lalu nikmat mana, yang hendak kamu dustakan?"

Di dalam tubuh setiap manusia terdapat milyaran sel yang memiliki fungsi dan tugasnya sendiri-sendiri. Saling mendukung, saling bersinergi menjadikan seluruh bagian tubuh manusia 100% berfungsi. Cukup satu sel saja tak bekerja sesuai fungsinya, memberontak dan mengingkari tugasnya, maka sekejap timbullah kekacauan dan kerusakan bagi yang lainnya. Saat itulah tubuh manusia akan mengalami gangguan fungsi dan kinerjanya, lalu sakit dan bisa saja berujung pada berhenti totalnya semua fungsi dan kinerja tubuh manusia. Mati.

Tak ada yang tahu kapan kematian menjemput, apalagi jika Sang Malaikat Pencabut Nyawa itu disebut dengan 'penyakit'. Hormati dan hargai, lalu syukurilah semua yang telah Dia beri. Sebenarnya itulah yang ingin diteriakkan setiap sel-sel dalam tubuh manusia yang setiap detik bekerja sesuai fungsi dan tugasnya.

Berusahalah selagi masih baik, berupayalah untuk sehat selama masih sehat dan berdoalah agar baik dan sehatpun selalu dialami oleh setiap sel yang ada di dalam tubuh ini. Berusaha menjaga seluruh sel untuk selalu sehat, mungkin adalah sebuah keniscayaan. Namun memastikan seluruh sel tubuh selalu baik dan sehat untuk selamanya adalah keharusan.

Baca Juga:


Bersyukur atas segala yang diberi, apapun yang telah, sedang dan akan terjadi adalah sebuah jalan mencari keseimbangan. Karena sakit dan sehat, hidup dan mati, adalah kodrat Tuhan dalam menyeimbangkan kehidupan. Sekaligus pengingat bahwa tiada yang selamanya kecuali diri-Nya.