loading...

Cara Unik Memeriahkan Peringatan Hari Ibu Dengan Kostum Daur Ulang




Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati hari ibu, seperti peragaan busana daur ulang yang dilakukan antara orang tua dan anak Sekolah Dasar Santa Clara di kawasan Ngagel, Surabaya, Rabu (21/12/2016) sore.

Cara Unik Memeriahkan Peringatan Hari Ibu Dengan Kostum Daur Ulang
Cara Unik Memeriahkan Peringatan Hari Ibu Dengan Kostum Daur Ulang 
Puluhan murid dari kelas satu hingga lima ini berlenggak lenggok bak model bersama sang ibu untuk mempertunjukkan kostum daur ulang rancangan Yuliana Huang, Inge Iskandar dan Elok Renapio dihadapan guru dan para dan walimurid yang lain.

"Di sekolah ini kami ingin menumbuhkan rasa  cinta lingkungan khususnya sampah, maka moment ini pas hari ibu kita lihat kekompakan antara mereka dengan membuat kostum tentang ciri khas Indonesia," ungkap Fransisca Vera, Guru Kesenian SD Santa Clara.

Elok Ranpio, Desainer sekaligus orang tua murid ini menjelaskan jika kostum yang dikenakan oleh para murid ini terinspirasi dari sampah bekas yang bisa dimanfaatkan atau di di daur ulang menjadi sebuah karya yang cantik, tercetuslah mendaur ulang menjadi sebuah kostum bertema pesona Indonesia.

Dimana dalam tema Pesona Indonesia ini ada beberapa ragam pilihan kostum yang dibuat orang tua dan anak. Flora dan fauna khas Indonesia seperti Komodo, Merak, Garuda, Bunga Teratai, Edelwais, Raflesia.

"Di sini kita melihat bagaimana kekompakan seorang ibu dan anak dalam membuat sebuah karya, kita bertiga berkolaborasi untuk mendesain sedangkan para ibu dan anak ini yang membuat pakaian ini selama kurang lebih tiga minggu," ungkap Elok Ranpio.

Lebih lanjut untuk bahan dasar dari semua kostum ini adalah koran bekas, kertas karton bekas,  sak semen, plastik, gelangsing, hingga kepingan CD dan tutup botol.

Untuk proses pembuatannya pun cukup unik dan terbilang gampang-gampang susah karena kostum ini cara pembuatannya tidak semuanya di jahit melainkan di lem, solasi hingga di Jepret.

"Proses pembuatannya sebenarnya tidak sulit melainkan harus telaten karena kostum ini tidak semua dijahit melainkan di tempel dan dijepret namum hasilnya luar biasa. " imbuhnya.

Seperti salah satunya Jessica Wijaya, gadis kelahiran 11 Juni 2006 ini menggunakan kostum Burung Merak dalam fashion kali ini, menurutnya kostum ini sangat bagus dan terlihat cantik meskipun diakuinya kostum seberat 4 kg ini sangat sesak dan berat.

Baca Juga:


"Kostum ini bagus banget saya suka pakai kostum burung merak ini meskipun berat dan sesak, saya bangga pakai baju khas hewan asli Indonesia ini." Ungkap gadis kelahiran Surabaya ini.