loading...

Bilang Ahok Cuma Pura-pura Nangis, Ini yang Dialami Haji Lulung




Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengalami hal yang tak terduga setelah bilang Ahok hanya pura-pura nangis, Selasa (13/12/2016).

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Haji Lulung tertawa ketika ditanya pendapatnya soal nota pembelaan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Bilang Ahok Cuma Pura-pura Nangis, Ini yang Dialami Haji Lulung


Menurut dia, sikap Basuki atau Ahok yang menangis saat membaca nota pembelaan hanyalah pura-pura.

"Ha-ha-ha, akting nangis dia. Masa bapaknya dibawa-bawa, Gus Dur dibawa-bawa, itu mah akting namanya," ujar Lulung ketika dihubungi, Selasa (13/12/2016).

Lulung merasa Ahok tidak menunjukkan penyesalan dalam nota pembelaan itu.

Seharusnya, kata Lulung, Ahok menyampaikan permohonan maaf saja sambil berjanji tidak mengulanginya lagi.

Tak berlangsung lama setelah ia berkomentar demikian, apa yang terjadi pada Haji Lulung sungguh di luar dugaan.

Melalui kolom komentar berita di Tribunnews berjudul: Komentari Tangisan Ahok Saat Sidang, Haji Lulung: Hahaha, Akting Nangis Dia, Haji Lulung banjir dengan hujatan netizen.

Hingga berita ini diturunkan ada 1.140 komentar netter dan sebagian besar caci maki Lulung.

Ada yang gunakan kalimat sopan, namun tak sedikit yang menggunakan kalimat-kalimat tak pantas.

"Lulung2, lu tau apa ttg hati org. Kalau Ahok jd gubernur lagi, semua bisnis haranmu akan berakhir," tulis akun Facebook dengan nama Agustinus.

"Bener bgt," imbuh akun Sheliena Putri Riyanto.

"Ini kelemahan masrakat indonesia" org ga pinter ko di jadikan anggota dewan" hehehe," tulisan akun Berry Bebe.

"Nenek lu akting :v elehhh bilang ajan takut,kalo pa Ahok jadi gubernur lg semua niatan korup lu gagal HAHAHA Emang semua orang gatau situ siapa pak lulung," komentar SilviReffan.

"Otaknya gak bisa bedakan, mana baik dan buruk, wong genset dibilang USB." Tulis Kelik Sukirmanto.

"Lung loe bisa apa?! Lihat ahok biarpun non muslim dia Berkorban untuk kaum muslim...mana ada umat kristen cemburu ...ahok itu membuktikan mengasihi Dan cinta umat muslim...mulianya hati ahok mahkota disurga tersedia untuk ahok ...God bless you ahok...Amin," tambah Jeff N Mariani Maxwel.

Meski demikian ada juga yang setuju dengan Haji Lulung dan menuding Ahok pura-pura.

Akun dengan nama Oisra Khairaadzawati berpendapat kalau apa yang dilakukan Ahok adalah orang terdesak yang memelas meminta belas kasihan tapi nanti bila kembali ke kelompoknya akan tertawa terbahak-bahak.

Namun komentar akun ini kemudian didebat oleh netizen lainnya.

Ahok menangis

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama menangis saat membacakan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Dia tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang kedekatannya dengan keluarga angkatnya yang muslim.

Dalam nota keberatannya, Ahok (panggilan Basuki) mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya  yang beragama Islam.

Selain itu, kata Ahok, dia juga memiliki keluarga angkat, almarhum Baso Amir, yang merupakan keluarga muslim yang taat.

Selain itu, dia juga mengatakan belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas 1 SD sampai 3 SMP.

"Saya tahu harus menghormati ayat suci Alquran," kata Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

"Saya tidak habis pikir kenapa saya dituduh sebagai penista agama Islam? Keluarga dari keluarga nonmuslim. Saya diangkat sebagai anak sebagai bapak Baso Amir dan Haji Misribu."

"Ayah angkat saya mantan Bupati Bone pada tahun 1967-1970, beliau adik kandung mantan Panglima RI almarhum Jendral Purn Muhammad Yusuf," kata Ahok lagi.

"Ayah saya dan ayah angkat saya bersumpah menjadi saudara, sampai akhir hayatnya. Kecintaan dua orangtua angkat saya kepada saya sangat berbekas," ucapnya lagi.

Ahok kemudian terdiam. Suaranya agak berat. Ahok terlihat mengusap air matanya dengan tisu.

"S2 saya di Prasetia Mulya dibayarkan oleh kakak angkat saya, Haji Ananta Amir. Saya seperti orang yang tidak tahu terima kasih, tidak menghargai keluarga angkat saya," kata Ahok dengan suara yang serak.

Hingga akhir pembacaan eksepsi, Ahok terlihat beberapa kali mengusap air matanya dan bicara dengan suara bergetar.

Alasan Ahok kutip Surat Al Maidah

Tersangka kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ungkap alasannya menyitir Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September lalu.

Ahok membacakan nota keberatan atas dakwaan dugaan penistaan agama.

Ahok mengaku ucapannya, yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51 tidak ditujukan untuk menista dan menghina agama Islam

"Jelas, yang saya utarakan di Kepulauan Seribu, bukan dimaksudkan untuk menafsirkan surat Al Maidah," ujar Ahok di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Desember 2016.

Ahok sedang menyampaikan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang baru dibacakan majelis hakim.

Ahok, yang merupakan salah satu calon Gubernur DKI di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 mengatakan, perkataan ditujukan untuk para politisi yang menurutnya sering memanfaatkan ayat untuk tujuan politik.

Ahok berkaca saat mencalonkan diri saat Pilkada Bangka Belitung 2007.

Saat itu, beredar selebaran yang mengutip ayat itu supaya warga Babel tidak memilihnya sebagai Gubernur Babel.

Ahok adalah calon kepala daerah yang beragama Kristen Protestan. Sementara warga Babel mayoritas Muslim.

Ahok berpandangan, saat itu ada lawan politik yang tidak bisa bersaing secara sehat.

Mereka, kemudian menggunakan isu terkait Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA), salah satunya menyebarkan Surat Al Maidah ayat 51 upaya warga tidak memilihnya.

"Ucapan itu untuk para politisi yang memanfaatkan surat Al Maidah secara tidak benar," ujar Ahok. (trb)