loading...

Walah! Cuma Gara-Gara Ini, Kapolsek Harus Kehilangan Jabatannya




Kata-kata lebih tajam dari pedang” istilah ini mungkin tepat menggambarkan peristiwa yang terjadi di Yogyakarta ini. Hanya karena lirik lagu, seorang Kapolsek harus kehilangan jabatannya.

Dilansir dari Merdeka, nyanyian lagu berjudul ‘Balen’ yang dinyanyikan di acara kampanye di Kampung Dukuh, Kelurahan Gedongkiwo, Minggu (06/11), oleh Kapolsek Mantrijeron, Yogyakarta, Kompol Totok Suwantoro berujung panjang. Karena mengubah lirik lagu dan menyebut nama salah satu calon Wali Kota Yogyakarta, Totok pun harus dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek.

Walah! Cuma Gara-Gara Ini, Kapolsek Harus Kehilangan Jabatannya


Dalam acara serah terima jabatan Kapolsek Mantrijeron di Mapolresta Yogyakarta, Senin (07/11/16), Wakapolda DIY Kombes Pol Teguh Sarwono menegaskan bahwa dicopotnya Totok karena diduga terlibat dalam politik praktis dan mendukung salah satu calon pasangan yang maju di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Yogyakarta. Totok dianggap melanggaran aturan dan kode etik Polri.

“Kemarin (Totok) menyanyi dengan mengubah lirik dan menyebut salah satu calon. Sementara ini kita copot dan kita pindah tugaskan ke Polda DIY. Kita nonjob-kan sampai ada putusan dari sidang Propam,” jelas Wakapolda Teguh saat ditemui usai serah terima jabatan Kapolsek Mantrijeron.

Teguh mengingatkan bahwa anggota Polri harus netral dan tidak terlibat politik praktis. Pada upacara serah terima Kapolsek Mantrijeron, semua Kapolsek di wilayah Kota Yogyakarta dan Kulon Progo diperintahkan untuk hadir.

“Biar Kapolres dan Kapolsek meneruskan ke anggotanya dalam rangka pelaksanaan Pilkada tidak ada lagi politik praktis. Semua anggota Polri di Polda DIY harus netral. Saya ulangi netral,” tegas Teguh.

Teguh juga meminta kepada masyarakat supaya ikut mengawasi anggota Polri dalam Pilkada di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Jika ada masyarakat yang menemukan adanya anggota Polri yang terlibat politik praktis diminta melaporkan ke pihak Provos atau Propam.

“Apabila ada masyarakat yang memiliki informasi perilaku anggota polri sebagai politik praktis, segera laporkan. Kita proses!” ujar Teguh.

Dalam kampanye salah satu calon wali kota Yogyakarta, Totok diketahui sempat menyumbang beberapa lagu. Namun dalam beberapa lirik lagunya terselip kata-kata Haryadi.

Misalnya dalam lagu berjudul Balen. Pada paragraf pertama “Jan jane dik aku wis rindu, Wis rong tahun lawase ora ketemu, Eling eling dik zamane semono, Runtang runtung dukung Pak Haryadi anane ra ono liyo,” demikian lagu yang dinyanyikan Kapolsek saat berduet dengan artis.

Pada paragraf ketiga masih di lagu yang sama Kapolsek kembali menyebut nama Haryadi. “Horotoyoh.. Nganggo teklek kecemplung kalen, Timbang golek dik Pak Haryadi sowan mriki.”