loading...

Siswi Cantik SMA Ini Direnggut Anunya Hingga Kekurangan...




 Kesucian siswi SMA cantik ini, Melati (15)-nama samaran, dua kali direnggut teman pria yang dikenalnya via media sosial (medsos), Facebook.

Siswi Cantik SMA Ini Direnggut Anunya Hingga Kekurangan...


Pria tersebut berinisial PAS (17), warga Desa Saentis, Percut Sei Tuan. Kasus tersebut lalu dilaporkan orangtua korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Namun PAS tidak ditahan. Ini membuat orangtua korban, SN (36) dan IJ (46), kesal. Warga Desa Sampali, Percut Sei Tuan, itupun membawa putrinya mendatangi Mapolda Sumut untuk mencari keadilan.

SN menceritakan, kasus ini berawal saat putrinya (korban) berkenalan dengan PAS via Facebook. Setelah lama berkenalan, keduanya pun bertukar nomor telepon seluler (ponsel). Komunikasi keduanya pun terjalin.

Lalu pada Minggu (4/9/2016) sekira pukul 14.00 WIB, PAS meminta korban untuk datang ke rumahnya. Permintaan itu disampaikan melalui SMS. Bersama kedua temannya, NS (15) dan SS (15), korban datang ke rumah PAS

Lalu pada Minggu (4/9/2016) sekira pukul 14.00 WIB, PAS meminta korban untuk datang ke rumahnya. Permintaan itu disampaikan melalui SMS. Bersama kedua temannya, NS (15) dan SS (15), korban datang ke rumah PAS.

Tak lama di rumah pelaku, seluruh keluarga PAS pergi undangan ke acara pesta kerabatnya. Kemudian NS dan SS pamit pergi untuk membeli bakso. Tinggalah pelaku PAS dan korban yang ada di rumah.

Kondisi sepi ini dimanfaatkan oleh PAS yang telah memiliki niat jahat. Pelaku meminta agar korban membuka rok yang dipakainya. Tentu saja korban menolak. Namun pelaku malah memaksanya sambil menebar ancaman.

PAS mengancam akan memukuli korban, bila ia tak membuka roknya. Korban lalu dipiting, dan akhirnya kesuciannya berhasil direnggut pemuda tanggung itu.

Setelah kejadian memilukan itu, sekira pukul 17.00 WIB, korban meng-SMS NS dan SS agar menjemputnya dari rumah pelaku, untuk pulang ke rumah.

Berhasil menggagahi korban, pelaku pun ketagihan. Ia lalu merancang rencana agar bisa kembali menikmati korban. Lalu pada Sabtu malam (15/10/2016), PAS menyuruh temannya, DK (17), untuk menjemput korban.

Kepada korban, DK mengatakan ada acara ulang tahun temannya. Awalnya korban tak mau, tapi setelah dibujuk, ia pun akhirnya naik ke boncengan sepeda motor DK.

Ternyata di tengah jalan, PAS telah menunggu. PAS langsung meminta korban naik sepeda motornya dan meminta DK pergi.

“Di tengah jalan saya disuruh dia (pelaku) pindah ke sepeda motornya, lalu kami ke rumah DK.
Ternyata pas sampai di sana, nggak ada acara ulang tahunnya. DK pun tak ada di rumah, saya lalu minta diantar pulang, tapi kata dia (PAS), nanti,” cerita korban.

Lalu sekira pukul 23.00 WIB, korban masuk ke kamar mandi rumah DK untuk buang air kecil.
Pelaku pun membekapnya dari belakang, mendorongnya ke dinding. Korban sempat menjerit, namun sekali lagi ia tak berdaya setelah diancam pelaku.

Pelaku mengatakan, jika korban berani berteriak atau bercerita kepada orang lain, maka PAS akan menyebarkan berita bahwa korban sudah tak suci lagi. Dan sekali lagi, kehormatan korban direnggut paksa pelaku.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Namun korban hanya diturunkan di tengah jalan.

Perbuatan PAS pun diceritakan korban kepada orangtuanya. Kasus itu pun dilaporkan ke Unit PPA Polrestabes Medan.

“Sudah saya laporkan dengan bukti surat lapor No: STTLP/2464/K/X/2016/SPKT/Restabes Medan, tanggal 16 Oktober 2016. Saat itu juga pelaku ditahan, karena saat saya melapor, saya membawa pelaku,” kata SN.

Namun, lanjut SN, dua hari kemudian PAS dilepas. Ia pun sempat menanyakan tak ditahannya pelaku kepada petugas. Ternyata PAS tak ditahan karena dijamin oleh kedua orangtuanya. Tak cuma itu, petugas juga menyebutkan pelaku masih di bawah umur, dan tak wajib ditahan.

“Kami merasa keberatan, kami tak terima. Enak saja, pelaku yang mencabuli anak kami dilepas
begitu saja,” tambah IJ.