loading...

Bingung Di Datengi Debt Collector? Ini lho Cara Paling Keren Ngadepin Tukang Jabel Alias Debt Collector di Jalanan




Belum berapa lama waktu yang lalu, media massa banyak merilis sebuah video kutipan dari sebuah kejadian di Makassar yang menunjukkan bagaimana konflik fisik dari debt collector tak terhindarkan, nah, kali ini muncul lagi konflik yang sama.

Bingung Di Datengi Debt Collector? Ini lho Cara Paling Keren Ngadepin Tukang Jabel Alias Debt Collector di Jalanan


Namun yang membedakan, konflik antara pengangsur kendaraan dengan debt collector kali ini berakhir lebih halus. Karena tampak bahwa sang pemilik kendaraan bisa berfikir lebih tenang untuk bisa melakukan tindakan yang cerdas daripada adu fisik dengan debt collector.

Singkatnya, pemilik akun facebook Priyo Gilang Arnando menerbitkan post pada tanggal 19 Oktober 2016 bahwa rekannya dan suaminya yang berdomisili di kota Malang dicegat oleh beberapa penunggang motor di daerah kota Malang, mengaku sebagai punggawa dari salah satu perusahaan penyedia jasa pembiayaan namun saat ditanyai, para debt collector tersebut tidak mau menunjukkan identitasnya.

Rekan dari Priyo Gilang sesuai tulisan Priyo, mengucapkan bahwa dirinya mencoba bernegosiasi di depan petugas polisi. Namun seperti yang sudah diduga, para debt collector yang menurut kutipan Priyo ada hingga 6 unit motor tersebut, menolaknya.

Namun rekan dari Priyo tak kehabisan akal, karena menurutnya lokasi cukup dekat dengan pos polisi, dirinya langsung menelepon beberapa nomor terdekat untuk mengundang petugas kepolisian supaya bisa menengahi konflik tersebut.

Akhir cerita, teman dari Priyo akhirnya bisa aman dari kejaran debt collector tersebut. Sekalipun dalam pengakuannya, motor yang diangsur sedang dalam masa keterlambatan bayar pasca dioper-angsur dari pemilik sebelumnya. Bisa dicontoh nih, buat kalian – kalian yang punya tunggakan tapi takut ngadepin om – om debt collector di jalanan.

Dan berikut postingan lengkapnya :

DEPKOLEKTOR – PENJABELAN LAWAN!!!
Mau share pengalaman teman saya yang diserang depkolektor siang tadi sekitar jam 3 sore di kawasan blimbing, depan indomaret sebrang Cak Pi’i..

Kronologinya dari teman saya gini lurr…

” Hari ini tanggal 19 oktober Saya dan suami saya di pepet orang dengan postur tinggi mengendarai motor CBR 150. Dihentikan secara paksa dan sempat menyerempet kendaraan beat saya, kebetulan mengenai kaki saya. Status motor kami adalah oper kredit dan saya sll tepat membayar cicilannya tiap bulan ke teman saya (ini mungkin kecerobohan saya). Ternyata cicilannya blm dibayar selama 65hari (info dr depkolektor) dimana cicilannya sudah berjalan lebih dari 2thn.

Kembali ke kronologi, berhubung kami merasa tidak bersalah, jujur kami tidak takut. Hanya saja suami saya emosi karna kaki saya sempat diserempet. Saya bilang pada suami agar tetap di atas motor sedangkan saya yg akan bicara dgn mereka (karna saya tidak mudah terpancing emosi)

1. Depkolektor itu mengatasnamakan dari F*F entah itu benar atau tidak hanya Allah yg tau. Saya
minta KTA mereka bingung awalnya lalu ngotot menunjukkan foto di laptop yg entah apa karna saya tidak tertarik karna itu tidak sedikitpun saya lirik. Saya tetap meminta KTA yg menunjukkan bahwa mrk dr F*F. Akhirnya salah satu org menunjukkan kertas yg bahkan tidak terlihat seperti surat tugas. Lusuh, tahunnya jg sudah kelewat lama. Dengan Logo perusahaan di kop surat yg jelas bukan F*F.

2. Saya berdebat tentang identitas mereka yg mengaku dr F*F tp tidak ada Satupun dokumen yg menunjukkan hal itu. Setiap kali mereka tidak bisa jawab pertanyaan saya, mereka selalu menghindar dengan berusaha merampas dan menyulut emoSi suami saya. Intinya mereka terus dorong2 motor dan beberapa kali berusaha merampas kunci motor.

3. Saya minta untuk menyelesaikan di kAntor poliSi, mereka mentah2 menolak dan mau nya menggiring kami ke kantor F*F. Saya mintA untuk ke polsek biar ditengahi polisi karna mereka sudah pakai cara preman. Ehh… malah saya di tantangin untuk menghadirkan ke situ, sudah.. ga lama2 saya langsung telpon 108 tanya no tlp polsek terdekat. Lalu saya tlp polsek blimbing tepat di hadapan mereka berdua. Stelah saya tlp polisi mereka langsung tancap gas pergi.hahahahha….

4. Saya dan suami tetap di tempat itu menunggu polisi datang. Ga lama ada temann2nya dtang parkir di seberang indomaret mantau kami dr jAuh, mereka berani nya kroyokan, ada 6-8 motor yg bergerombol di sekitar indomaret tetap memantau kami.

5. Ehhh… saat mobil polisi datang, mereka langsung kocar kacir pergi dari situ pake ngebut dan dengan wajah ketakutan merah padam. Sama suami saya sempT diteriAkin ngapain ngabur.

Inti dr cerita saya dan apa yg saya tangkap dari bapak2 polisi tadi (semoga saya tidak salah menafsirkan):

1. Yg salah pasti kalah, yg salah pasti takut dan kabur. Depkolektor jelas tidak punya surat tugas atau atau kartu tanda anggota atau surat kuasa sebagai pihak yg berhak menghentikan atau menggiring motor kita ke leasing apapun!

2. Pesan dr pihak berwajib juga pada saat terjadi hal semCam tadi jangan pernah memberikan motor kita pada mereka, langsung berhenti, kunci stir dan simpan kuncinya. Telpon polisi aja, walau pun kalian menunggak tetap mereka tidak berhak merampas. Kalau sudah tau dibuntuti langsung belokkan aja perjalanan kalian ke kantor polisi terdekat.Kalau mereka mau paksa bawa jg teriakin aja maling. Karna itu jelas perampasan, kekerasan, pencurian.

3. Jangan panik dan jangan takut karna mereka tidak berhak. Mereka tidak punya surat kuasa atau tugas dr leasing, kalau mereka bilang punya, tantang untuk menunjukkan dan kalau sudah ditunjukkan saya sudah pastikan kop suratnya akan berbeda dengan leasing yg disebut

Pesan buat depkolektor:

Bang, mas, pak, le…. kalau kalian sampai berkasus di polisi, pihak F*F atau leasing apapun itu ga akan bela kalian. Mereka ga akan bebasin kalian malah ga direken dan ga diakui. Kerjo ne soro, gajine gak sepiro, haram maneh, mlebu penjara opo ga apesss.

Anak bojomu ngenteni gek omah mbok ingoni duwek hasil e ngrampas,mending kerjo o seng halal ae . (Kerja nya ga susah, gaji sedikit, haram lagi, masuk penjara apa ga apes. Anak istrimu menunggu di rumah, kamu kasih uang hasil ngerampas, mending kerja yang halal aja).