loading...

Apa? Miris Sekali! Kini Israel Larang Warga Muslim Di Laksanakan Azan Dan Shalat Subuh




Pemerintah Israel dilaporkan telah melarang azan subuh dari tiga masjid di Yerusalem, yakni di Kota Abu Dis, awal pekan ini.

Pengacara bernama Bassam Bahr dari komunitas warga muslim Abu Dis mengatakan kepada Ma’an, aparat Israel menggerebek kota itu sebelum waktu subuh.

Apa? Miris Sekali! Kini Israel Larang Warga Muslim Di Laksanakan Azan Dan Shalat Subuh


Menurut Bahr seperti diberitakan Merdeka, aparat Israel menggerebek masjid Al-Rahman, Al-Taybeh, dan Al Jamia. Mereka mengatakan kepada para muazin, bahwa mulai saat ini azan subuh dilarang berkumandang.

Bahr mengatakan aparat tidak menjelaskan mengapa azan subuh itu dilarang dan mereka juga melarang warga di bagian sebelah timur kota menuju masjid Salah al-Din untuk salat subuh.

Bahr mengecam tindakan aparat Israel itu dengan mengatakan, Israel menyerang warga Palestina dari segala segi kehidupan, seperti dikutip Middle East Monitor, awal pekan ini.

Peristiwa di Abu Dis itu hanya berselang sehari setelah sejumlah warga Israel di pemukiman ilegal Pisgat Zeev berunjuk rasa di depan rumah Wali Kota Yerusalem Nir Barakat untuk menyampaikan keberatan mereka atas polusi suara dari azan di masjid.

Juru bicara kantor wali kota Yerusalem mengatakan Barakat, bersama kepala polisi di kota itu dan para tokoh muslim, telah membuat rencana untuk melindungi kebebasan beragama warga muslim seperti seruan azan, sekaligus memastikan wilayah perumahan warga cukup sunyi dari gangguan suara azan.

Pejabat Fatah di Yerusalem, Hatem Abd Al-Qader mengatakan kepada Ma’an, Israel ingin memprovokasi warga muslim dengan melarang azan.

Sementara dari Negeri Paman Sam, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah akan mengupayakan perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina. Komentar itu merupakan pesan publik pertama Trump soal isu Timur Tengah.

“Saya meyakini bahwa pemerintahan saya bisa memainkan peranan penting dalam membantu pihak-pihak dalam mencapai perdamaian yang adil dan abadi,” ucap Trump dalam pesan yang dirilis surat kabar Israel Hayom dan dilansir AFP via Detik, Sabtu (12/11/2016).

Dalam pesan itu, Trump juga menyebut bahwa setiap kesepakatan damai harus diputuskan oleh Israel dan Palestina langsung. “Harus dirundingkan di antara kedua pihak sendiri, dan bukan ditentukan oleh pihak lain,” ujarnya.

Prancis kini tengah mendorong digelarnya konferensi internasional demi menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina yang nyaris mati.

Namun Israel menyatakan pihaknya tidak akan ikut serta dalam konferensi itu dan bersikeras bahwa perundingan damai harus digelar secara bilateral.

Rusia juga pernah menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam perundingan langsung antara Israel-Palestina, namun hingga kini belum jadi digelar.

Sementara otoritas Palestina menyerukan adanya keterlibatan internasional untuk perundingan damai dengan Israel. Palestina juga menuding Israel berusaha mengingkari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak di masa lalu.