loading...

Kantor Komnas PA Terbakar, Semua Berkas Angeline Ludes.. Kok Bisa??




Kantor Komnas Perlindungan Anak terbakar tadi malam. Akibatnya empat ruangan yang salah satunya adalah ruang penyimpanan data pun ludes menjadi abu.

Pagi ini, Minggu (28/6/2015) Dewan Konsultatif Komnas PA Seto Mulyadi menyambangi kantor tersebut. Tampak kantor yang beralamat di Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur itu sudah luluh lantak.


siapa pembunuh angeline
Photos Courtesy Of Detik


Atap gedung sudah terbakar dan kayu-kayu penyangganya yang hangus berjatuhan. Sebagian tembok masih terlihat berdiri, namun kaca-kaca jendela pecah berantakan.

Tak tampak lagi di sebelah mana ruang penyimpanan data tersebut berada. Hanya terlihat sebuah ruangan dengan rak besi yang telah hangus.

Kini garis polisi sudah melingkari Kantor Komnas PA. Belum diketahui apa penyebab kebakaran yang terjadi selama kurang lebih 70 menit tadi malam ini.

Baca Juga: Siapa Dalang Pembunuhan Angeline ??

Keempat ruangan yang terbakar tersebut adalah ruang Sekjen Komnas PA, ruang penyimpanan data, serta dua ruang untuk para pekerja di Komnas PA biasa menginap.

"Hampir bisa dipastikan, berkas Angeline semua ludes terbakar di ruang arsip. Selain ruang arsip, kebakaran juga menghabiskan ruang sekjen dan ruang keluarga di kantor ini," ujar Kak Seto di lokasi.

pembunuh angeline
Photos Courtesy Of  Detik


Seto menyebut, terbakarnya arsip merupakan kerugian terbesar dari kejadian tadi malam. Ia pun berharap penyebab kebakaran bisa segera terungkap.

"Kami belum tahu jumlah kerugiannya berapa. Kami berharap kebakaran ini segera terungkap. Yang jelas kerugian terbesarnya, dokumen-dokumen dan arsip-arsip Komnas PA ikut terbakar," tutur Seto.

"Kami belum berani menduga (penyebab kebakaran). Mudah-mudahan tidak ada (unsur kesengajaan). Maka kita serahkan kepada Polisi bagaimana hasil penyidikkan polisi," lanjutnya.

Api awalnya membakar rumah dinas Kementerian Sosial yang berada di belakang gedung Komnas PA. Namun, api kemudian menyebar dan membakar 4 ruangan di lembaga yang dipimpin Arist Merdeka Sirait itu.

Sumber: Detik