loading...

Aksi Gus Wahid Terbongkar Ketika Santriwati Dinikahi Seorang Ustadz




Terbongkarnya tindak asusila yang dilakukan oleh Gus Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Falah Desa Suwayuwo Kecamatan Sukorejo, Pasuruan bermula dari pengakuan salah satu korban santriwati yang telah menikah dengan salah seorang ustadz pengajar di Ponpes setempat.

Kepala Bagian Urusan Humas Polres Pasuruan, Ipda Sutrisno mengatakan, salah seorang suami santriwati yang juga seorang ustadz, pengajar di Ponpes Sabilul Falah datang melaporkan kejadian yang menimpa istrinya ke Mapolres Pasuruan.

Gus Wahid
Para Keluarga Korban Aksi Gus Wahid Sedang Berdemo Di Depan Pengadilan Pasuruan


“Suami korban datang sendiri ke Mapolres Pasuruan dan melaporkannya ke Unit PPA,” kata Ipda Sutrisno.

Dari laporannya diketahui jika salah seorang korban Gus Wahid sekitar pertengahan bulan Agustus 2014  lalu statusnya masih sebagai Santriwati di Ponpes tersebut. kemudian ia dipinang oleh salah seorang pemuda yang juga sebagai pengajar (Ustadz) di Ponpes milik tersangka.

Baca Juga: Aksi Gus Wahid Dilakukan Di Gubuk Hingga Jeding Pondok

Setelah proses pekawinan selesai, selanjutnya suami korban yang baru saja menikah dengan santriwati tersebut heran karena istrinya selalu gelisah jika berkumpul dan bertemu dengan suaminya.

“Suaminya kemudian merasa curiga dan selanjutnya korban (santriwati tersebut) dimintai keterangannya dengan jujur dan terbuka tentang apa yang sedang terjadi dengan dirinya” terang Sutrisno.

Setelah didesak berkali kali, akhirnya mantan santriwati tersebut mengaku pada suaminya bahwa dirinya (korban) sudah tidak original lagi karena sebelumnya telah diotak atik dan di modif oleh Gus Wahid berkali kali.

Baca Juga: Selama 8 Tahun, Gus Wahid Minta Diservis Oleh 7 Santriwatinya

Dari laporan yang ada, Pihak Polres Pasuruan kemudian melaksanakan penyelidikan sehingga diketahui korban aksi bejat Gus Wahid ternyata lebih dari satu orang. Korban-korban yang lainnya akhirnya berani melaporkan atas perbuatan tidak terpuji pengasuh pondok di pasuruan itu. Mereka antara lain M (20),  U (21) , I ( 18), R ( 20) ,  N (17) ,K ( 27) dan MS ( 19) asal Purwosari, Prigen, Pandaan dan ada yang dari Madura.